Monday, January 9, 2017

Studi Keanekaragaman Tumbuhan Bawah Tegakan Damar (Agathis sp.) di Hutan Koleksi Tanaman Damar Kebun Raya Baturraden

Pada 18-19 November 2016 lalu, 4 mahasiswa dari jurusan Pendidikan Biologi 2013 kelas A yang terdiri dari Pungki Akmalitasari, Deliya Minianur, Eriza Deadara, dan Margi Utami melaksanakan studi ekskursi di Kebun Raya Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah.

Fokus penelitian mereka adalah keanekaragaman tumbuhan yang berada di bawah tegakan Damar pada Hutan Koleksi Kebun Raya Baturraden. Mereka membuat 2 plot berukuran 2 x 2 meter dengan metode acak kemudian mengidentifikasi keanekaragaman tumbuhan pada setiap plot beserta keadaan abiotiknya (suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya, dan pH). Waktu pengukuran adalah sekitar pukul 09.00 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan komponen abiotik pada kedua plot, yaitu suhu dan intensitas cahaya. Plot kedua memiliki suhu dan intensitas cahaya yang lebih tinggi dari plot pertama. Perbedaan suhu dan intensitas cahaya ini mempengaruhi keanekaragaman jenis tumbuhan yang ada di dalamnya. Pada plot pertama dengan suhu 210C dan intensitas cahaya rata-rata 260/20.000 Cd, terdapat 9 jenis dan famili tumbuhan. Sedangkan pada plot kedua dengan suhu 240C dan intensitas cahaya rata-rata 360/20.000 Cd, terdapat 8 jenis dan famili tumbuhan. Total jenis tumbuhan yang berhasil diidentifikasi adalah 14 tumbuhan, dan 3 jenis di antaranya ditemukan pada kedua plot, seperti Rumput Kakawatan, Talas-talasan, dan Paku-pakuan (Pteris sp.).

Studi keanekaragaman tumbuhan juga menghitung indeks keanekaragaman berdasarkan kerapatan tumbuhan pada setiap plot. Jenis tumbuhan dengan kerapatan tertinggi pada plot pertama berturut-turut adalah Rumput Kakawatan (40/m2), Pteris sp. (2,25/m2), dan Selaginella sp. (1,25/m2). Sedangkan pada plot kedua adalah Rumput Kakawatan (35/m2), Nyangku (1,5/m2), dan Pteris sp. (1,25/m2).

Apabila dilihat dari jumlah kerapatan, maka tumbuhan bawah tegakan Damar yang sedang dalam kondisi optimal untuk pertumbuhan adalah Rumput Kakawatan kemudian Paku-pakuan, karena jumlahnya yang mendominasi pada kedua plot. Suhu berpengaruh untuk pertumbuhan tanaman, terutama pada kinerja hormon tanaman. Hormon auksin, misalnya, akan rusak apabila berada di suhu tinggi. Setiap tanaman memiliki suhu optimal untuk pertumbuhannya masing-masing. Sedangkan intensitas cahaya terpengaruh oleh bentuk tajuk seperti payung yang dimiliki oleh pohon Damar.

Berdasarkan nilai kerapatan juga diperoleh nilai indeks keanekaragaman tumbuhan bawah tegakan Damar yang masih tergolong rendah, baik pada plot pertama maupun kedua. Hal ini dikarenakan angka indeks yang belum mencapai 1 menurut indeks Shannon-Wiener, yang berarti kelimpahan jenis dan kerapatan per individu tumbuhan pada tegakan bawah Damar tergolong sangat sedikit. Beberapa jenis tumbuhan yang ditemukan pada kedua plot banyak yang soliter atau hanya ditemukan satu tanaman saja, misalnya seperti Palem, Talas-talasan, famili Zingiberaceae, Payus, Bungrun, dan Anggrek Tanah

Thursday, February 12, 2015

Internal Control Dalam Perbankan


Internal control terdiri dari dua unsur, yaitu Accounting Control dan Administrative Control. Accounting Control  adalah rencana organisasi dan prosedur terutama menyangkut langsung dengan pengamanan harta milik dan administrasi keuanmpanan harta kekayaan yang ada. Secara tegas, accounting control meliputi sistem pemberian wewenang (authorization) dan sistem persetujuan (approval) perusahaan antara tugas-tugas penyimpanan harta kekayaan dan tugas-tugas pencatatan, pengawasan fisik atas kekayaraan yang bersangkutan. Sedangkan administrative control yaitu meliputi rencana organisasi dan semua cara dan prosedur yang terutama menyangkut efisiensi usaha dan ketaatan terhadap kebijaksanaan pimpinan perusahaan dan pada umumnya tidak berhubungan langsung dengan catatan-catatan keuangan. 

Ada beberapa cara pengaplikasian internal control dalam perbankan, seperti :
A. Division of Duties
Division of Duties dalam kegiatan perbankan ini dapat berupa pemisahan fungsi-fungsi administif, operasionil dan fungsi penyimpanan. Disamping itu pembagian wewenang ini juga dapat dibedakan dari tingkatan jabatan yang ada, contoh pemisahan antara teller, casir, cs dll.

B. Dual Control
Dual control dapat diartikan sebagai kegiatan pengecekan kembali atas suatu pekerjaan yang telah dilakukan oleh petugas sebelumnya.

C. Joint Custody/Dual Custody
Pengaplikasian dual custody adalah seperti 2 pemegang kunci pada safe deposit box atau pada strong room juga menggunakan 2 kunci yang dipegang oleh orang yang berbeda dan untuk membukanya harus menggunakan 2 kunci tersebut.

D. Mandatory Vacation
Mandatory vacation adalah mandat atau perintah untuk libur pada karyawan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apabila ada kesalahan pada salah satu karyawan. Dan karyawan yang libur dilarang keras untuk mengunjungi kantor yang bersangkutan.

E. Number Control
Number control  adalah penomoran unik untuk setiap transaksi maupun setiap karyawan. Hal ini dilakukan agar mempermudah dalam pengecekkan setiap kegiatan. Untuk data maupun dokumen biasanya menggunakan nomor urut, agar dapat diketahui apabila adanya kecurangan pada note maupun transaksi. Misalnya ada nota yang satu penomorannya terlompati, hal itu perlu dicermati ulang.

F. Outside Activities of Bank Personel
outside activities of bank personel yaitu kegiatan personel diluar pekerjaannya. Pemantauan tersebut perlu dilakukan karena untuk menghindari self dealing. Sebagai contoh, seorang personel mempunyai aktivitas membantu disalah satu perusahaan. Dan saat perusahaan tersebut akan mengajukan pinjaman terhadap bank, maka personel tersebut akan sulit dalam objectivitas karena calon debiturnya adalah kegiatan sampingan personel tersebut.

G. Rotation of Duty Assignment
Yaitu rolling personel dalam satu perusahaan. Misalnya tahun 2009 personel A bekerja di cabang Yogyakarta, dan pada tahun 2010, personel A dipindahkan pada cabang Semarang. Hal ini dilakukan dengan tujuan penguasaan suatu posisi, yang dikhawatirkan akan menjadi peluang seseorang berbuat curang. 

Wednesday, January 28, 2015

Rasio - Rasio Keuangan


Assalamu'alaikum para pembaca semua
Ane mau share sedikit tentang rasio keuangan, cekibrot..

Dengan membanding-bandingkan data absolut, dapat diperoleh gambaran yang jernih tentang kondisi keuangan suatu bisnis. Dengan me;akukan analisis rasio, dapat diketahui kekuatan ataupun kelemahan dari suatu perusahaan. Secara umum rasio keuangan dapat dibagi menjadi 5 macam :
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya ( termasuk kewajiban jangka panjang yang segera menjadi kewajiban jangka pendek ).
Rasio leverage menunjukkan sejauh mana perusahaan dibiayai oleh hutang.
Rasio aktivitas yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan dan efektivitas manajemen dalam mengelola sumber-sumber yang dimilikinya.
Rentabilitas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan mencetak laba.
Yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi pewajiban-kewajiban kreditnya dengan sumber dana yang diperoleh dari bisnis.

Rasio Rentabilitas

Rasio rentabilitas adalah rasio untuk mengetahui berapa kuat suatu perusahaan mencetak laba. Umumnya dalam menganalisis laporan L/R, biasanya diawali dengan melihat Gross Profit Margin. Dalam kondisi normal, seharusnya gross profit margin  bernilai positif karena perusahaan menjual barang diatas HPP dan apabila gross profit margin bernilai negatif dapat dikatakan perusahaan itu rugi. 

Walaupun gross profit margin  seharusnya positif, tetapi dalam prakteknya ada perusahaan yang gross profit margin bernilai negatif. Hal itu terjadi karena ada faktor seperti : 
- Perusahaan tersebut masih baru sehingga diman produksi belum mencapai kapasitas normal

- Suatu perusahaan menerapka harga miring untuk penetrasi pasar

- Dalam bisnis tersebut masih terjadi perang harga yang sangat ramai

- Dan kemungkinan paling pahit adalah memang perusahaan tersebut tidak dapat menjual produknya diatas HPP.


Dan untuk mengukur laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan menggunakan rasio Net Profit Margin.
 
Rasio untuk mengukur tingkat keuntungan lainnya adalah Return On Invesment (ROI) atau biasa dikenal dengan Return On Asset (ROA). Rasio ini menunjukkan tingkat pengembalian dali bisnis atas seluruh investasi yang telah dilakukan. 
 
Rasio berikutnya adalah Return On Equity yang ditujukan untuk mengukut berapa besar pengembalian yang diperoleh pemilik bisnis atas modal yang disetorkan dalam binis tersebut.
 
 

Rasio Aktivitas

Rasio ini menunjukkan aktivitas manajemen dalam mengelola bisnis atau sumber-sumber yang ada. Ada beberapa cara perhitungan dalam rasio aktivitas, yang pertama diawali dengan Asset Turnover. Asset turnover menunujukkan kemampuan manajemen mengelola seluruh investas guna menghasilkan penjualan.

Secara umum dapat dikatan semakin besar rasio ini akan semakin bagus, dikarenakan hal itu pertanda bahwa manajemen dapat memanfaatkan setiap aktiva untuk menghasilkan penjualan. Akan tetapi perlu diketahui, untuk memperoleh gambaran yang lebih terperinci mengenai perputaran aktiva, orang sering menghitung Fix Asset Turnover secara khusus yang bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penggunaan fix asset.
 
Adapun rasio lain adalah Account Receivable Turnover yang menunjukkan berapa kali piutang dagang suatu perusahaan berputar dalam satu tahun.


Ekspresi perputaran piutang dalam bentuk jumlah hari dikenal dengan istilah Account Receivable Collection Period atau kadangkala disingkat Collection Period. Collection Periode akan menunjukkan jangka waktu rata-rata piutang akan tertagih.

Rasio lain adalah Inventory Turnover dimana menunjukkan perputara persediaan dalam satu tahun. Perputara persediaan merupakan indikator keberhasilan manajemen dalam mengelola persediaan barang.

Dan yang terakhir adalah rasio Account Payable Turnover, yang menunjukkan jumlah perputaran utang dagang dalam satu tahun.

Dan untuk mengetahui periode rata-rata pembayaran utang dagang dapar digunakan rumus sebagai berikut : 

 Dalam menganalisis rasio ini perlu diperhatikan hal-hal berikut (Sutirta Budiman, 1993, Financial Ratio) :
- Bila terjadi penurunan yang signifikan pada rasio ini, ada kemungkinan bahwa perusahaan mengambil keuntungan potongan tunai dan mengambil pinjaman bank, akan tetapi juga ada kemungkinan pemasok telah ridak mempercayai perusahaan sehingga perusahaan sedang dalam kesulita likuiditas dan menunggak pembayaran kepada pemasok.

-Bila terjadi penurunan signifikan, ada kemungkinan para pemasok memperpanjang credit term pada perusahaan.

Monday, January 26, 2015

Rasio Coverage

Rasio coverage digunakan untuk mengukur tingkat keamanan suatu perusahaan dalam hal kemampuan membayar bunga pinjaman. Hal ini perlu dilakukan karena akan menunjukkan apakah suatu perusahaan akan tetap going concern atau tidak. Dalam masalah ini biasanya digunakan EBIT (Earning Before Interest and Tax) coverage ratio.

Rasio lain yang juga perlu diperhatikan adalah Devidend Pay-out Ratio, yaitu berapa besar bagian laba yang dibagi dalam bentuk deviden tunai. 

 
Semakin besar rasio ini, semakin kecil laba masuk ke Retained Earning, dan rasio ini menunjukkan komiten pemegang saham akan bisnisnya.

Rasio Leverage

Rasio yang paling banyak digunakan untuk menghitung Leverage perusahaan adalah DER (Debt to Equity Ratio) yaitu perbandingan antara total payable dengan equity. Rasio ini menunjukkan sejauhmana equity menjamin total payable

Selain dengan DER, untuk memperoleh analisis yang lebih tajam harus memperhatikan beberapa hal seperti :
1. Karakteristik dari industri yang bersangkutan, misalnya perbankan. Perbankan memiliki leverage yang sangat tinggi karena dalam bisnis bank sebagian besar dibiayai oleh dana pihak ketiga.

2. Sifat dari hutang perusahaan, misalnya hutang yang bersifat memaksa seperti pajak. Pajak memiliki kekuatan "memaksa" lebih kuat dibandingkan dengan utang dagang.

3. Komposisi Long Term Debt dengan Short Term Debt. Apabila sebagian besar hutang adalah short term debt, maka bisnis tersebut memiliki resiko yang cukup besar. Rasio untuk menghitung short term debt yaitu : 

Apabila long term leverage lebih kecil daripada shorrt term leverage, maka sebagian besar hutang adalah jangka pendek.

Rasio Likuiditas

Rasio yang paling banya dipakai untuk mengukur likuiditas adalah current ratio. Current ratio menunjukkan sejauh mana current liabilities dijamin pembayarannya oleh current asset.
Sering dikatakan, apabila current ratio lebih besar daripada 1 perusahaan dapat dikatakan likuid. Akan tetapi hal tersebut belum tentu, tergantung dari kualitas current asset dan current liabilities yang bersangkutan. Likuiditas aktiva tergantung dari beberapa hal, diantaranya :

1. Komposisi dari pos Cash dan pos Marketable Securities dibandingkan dengan total current asset. Semakin besar komposisi ini, pos ini semakin likuid. Maka, disamping menggunakan current ratio, sering digunakan cash ratio untuk mengukur jaminan yang diberikan oleh pos cash dan marketable securities terhadap current liabilities.

 2. Kualitas dari accout receivable terhadap total current asset. Kualitas dan umur account receivable cukup penting karena dalam asset conversation cycle, account receivable adalah yang paling dekat dengan cash.
Berikut adalah asset conversation cycle :

 3. Kualitas dan komposisi dari inventory , karena pos inventory juga berpengaruh pada likuiditas. Apabila dilihat pada conversation cycle diatas, bahwa pos inventory adalah pos yang terjauh dari cash. Likuiditas baik apabila fast moving item pada inventory, dibandingkan slow moving item. Sehubungan dengan hal itu, selain rasio diatas masih ada satu rasio untuk likuiditas, yaitu quick ratio (acid test ratio).


Wednesday, January 21, 2015

Risiko Dalam Bisnis Bank


Halo temen-temen vocanomics, kali ini ane bakal nulis tentang Risiko Dalam Bisnis Bank. Langsung aja...

Menurut Bank Indonesia,risiko adalah potensi kerugian akubat terjadinya suatu events tertentu. Risiko dalam konteks perbankan merupakan suatu kejadian potensial, baik yang dapat di-anticipated  maupun yang unanticipated yang berdampak negatif terhadap pendapatan dan pemodalan bank.

Mengacu pada PBI No. 5/8/PBI/2003 dan perubahannya No. 11/25/PBI/2009 tentang penerapan manajemen risiko bagi Bank Umum, terdapat 8 risiko yang harus dikelola Bank. BI menyatakan bahwa esensi dari penerapan manajemen risiko adalah kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan usaha Bank tetap dapat terkendali (manageable) pada limit yang dapat diterima serta menguntungkan Bank.

Delapan jenis risiko yang disebut Bank Indonesia adalah :

1. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko akibat kegagalan debitur atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban pada Bank. Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai berbagai aktivitas fungsional Bank seperti perkreditan (penyedia dana), aktivitas treasury dan investasi, pembiayaan, perdagangan, yang tercatat baik dalam banking book mauoun trading book.
Contoh :
1. Bank memberikan kredit pada nasabah,
2. Bank menempatkan dana pada bank lain sebagai penempatan antar bank

2. Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko pada posisi neraca dan rekening administratif termasuk transaksi derivatif, akibat perubahan secara keseluruhan dari okndisi pasar, termasuk risiko perubahan harga harga option.

3. Risiko Operasional
 Risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Bank. Risiko operasional dapat menimbulkan menimbulkan kerugian keuangan secaralangsung maupun tidak langsung.

4. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat digunakan tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank.
 
5. Risiko Kepatuhan
 Risiko kepatuhan adalah risiko akibat Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku, seperti ketentuan kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM), kualitas aktiva produktif, pembentukan cadanan kerugian penurunan nilai (CKPN), batas minimum pemberian kredit (BMPK) dan risiko lainyang terkait dengan ketentuan tertentu.

6. Risiko Hukum
Risiko hukum adalah risiko akibat tuntutan hukum atau kelemahan aspek yuridis. Penyebab risiko hukum antara lain peraturan perundang-undangan yang mendukung tidak tersedia, perikatan seperti syarat keabsahan kontrak tidak kuat, dan pengikatan agunan tidak sempurna.

7. Risiko Reputasi
Risiko reputasi dalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank.

8. Risiko Strategik
Risiko strategik adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan atau pelaksanaan suatu keputusan strategik serta kegagalan dalam menyesuaikan dengan perubahan libgkungan bisnis.

Monday, January 19, 2015

Proses Akuntansi

Proses Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan dengan cara yang setepat-tepatnya dan dengan petunjuk atau dinyatakan dalam uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul daripadanya (buku Drs. S Munawir).

Berikut adalah proses Akuntansi :

Klik pada kotak yang diinginkan pada bagan untuk penjelasan lebih lanjut


mind mapping software

Journal

Dalam akuntansi dan pembukuan, jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik memengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan proses pencatatan ini disebut penjurnalan. Jurnal dikenal juga sebagai buku pemasukan utama books of original entry karena menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi pertama atau penyesuaian pemasukan adjusting entries.

Jurnal dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
A. Prepayments, terdiri dari prepaid expenses dan unearned revenues
B. Accruals, terdiri dari accrued revenues

Macam-macam jurnal :
1. Jurnal umum
Jurnal umum adalah buku harian yang digunakan untuk mencatat berbagai jenis bukti transaksi keuangan pada posisi debet maupun akun kredit yang dicatat berdasarkan  urutan waktu terjadinya. Dalam akuntansi jurnal umum memiliki 5 fungsi utama yaitu:
     1. fungsi analisis,
     2. fungsi pencatatan,
     3. fungsi instruktif,
     4. fungsi historis dan,
     5. fungsi informatif.
 Contoh Jurnal Umum :

2. Jurnal Khusus
Jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang secara khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi atau berulang-ulang, dengan tujuan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. Dengan adanya jurnal khusus, perusahaan tak perlu lagi mencari-cari transaksi sejenis dalam waktu lama karena hanya tinggal melihat jurnal khusus yang berisi tentang rekapitulasi transaksi penjualan kredit (tak ada transaksi non penjualan kredit).

Jurnal khusus terdiri dari :
1. Sales Journal
Jurnal Penjualan adalah jurnal yang digunakan apabila kita melakukan penjualan barang secara kredit kepada Customer. 
Contoh : 

2. Purchases Journal
Jurnal Pembelian adalah jurnal yang digunakan apabila kita melakukan pembelian barang secara kredit kepada supplier. 
Contoh :

3. Cash Payment Journal
Jurnal Pengeluaran kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap pengeluaran kas dalam suatu perusahaan.
Contoh :

4. Cash Receipt Journal
Jurnal Penerimaan kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap penerimaan kas dalam suatu perusahaan. 
Contoh :

5. Reversing Entries
Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi untuk membalik jurnal penyesuaian tertentu yang dibuat pada periode sebelumnya. Jurnal pembalik ini dilakukan dengan tujuan agar pencatatan dalam periode berikutnya dapat dilakukan dengan mudah, serta mencegah terjadinya kekeliruan menjurnal pada saat jatuh temponya.
Contoh :

6. Closing Entries
Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara.

Thursday, January 15, 2015

Event of Default

Event of Default adlah pelanggaran terhadap kondisi-kondisi yang telah disepakati bersama dan pelanggaran tersebut dapat mengakibatkkan Bank membatalkan pinjaman yang diberikan. Disamping condition of precedent dan covenants, Bank masih dapat menambahkan sejumlah kejadianyang dapat berakibat berakhirnya suatu perjanjian kredit walaupun periode kredit belum berakhir.

Contoh :
A. Terdapat tuntutan hukum dari luar perusahaan
B. Terjadi default pada perusahaan lain yang masih satu group (Cross Default Clause)

Covenants

Dalam malasah kredit, Bank juga sering menetapkan sejumlah covenants. Covenants yaitu kondisi-kondisi tambahan yang telah dinegosiasikan dan disetujui tentunya oleh kedua belah pihak (debitur dan kreditur). Dari sudut Bank, covenants membantu menurunkan atau mengendalikan risiko dari transaksi dengan menspesifikasikan hal-hal tertentu yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh debitur*.

Ada tiga jenis covenants, diantaranya
1. Affirmative Covenants
Yaitu sejumlah kondisi atau tindakan yang harus dilakukan oleh debitur.
Contoh :
A. Debitur harus menyerahkan Laporan Keuangan yang telah diaudit setahun sekali.
B. Agunan harus diasuransikan melalui asuransi ayng disetujui oleh Bank.
C. Pinjaman dari shareholder's loan harus disubdinasikan

2. Negative Covenants
Yaitu covenants yang melarang debitur  melakukan suatu tindakan.
Contoh :
A. Perusahaan tidak boleh membayar deviden tanpa seijin pihak Bank.
B. Debitur tidak boleh mengambil pinjaman dari Bank atau Institusi keuangan lainnya tanpa seijin tertlis dari Bank.
C. Memasuki bisnis baru atau melakukan penggabungan dengan perusahaan lain.

3. Financial Covenants
Yaitu sejumlah persyaratan kondisi keuangan yang harus dipenuhi oleh debitur.
Contoh :
A. Memelihara current ratio minimal 1,5
B. Maksimum leverage adalah 2 

Untuk financial covenants, perlu ditekankan bahwa target yang ditetapkan haruslah disetujui oleh debitur. Dengan demikian, debitur memiliki tanggung jawab untuk mencapai proyeksinya sendiri.

Condition Precedent

Bank dapat menetapkan sejumlah kondisi tertentu yang harus dipenuhi oleh debitur sebelum pencairan kredit (loan disbursement) dapat dilakukan. Penetapan kondisi seperti ini dikenal dengan istilah condition precedent. Umumnya kondisi ini ditetapkan agar bank yakin benar bahwa dana yang dicairkan benar-benar dipakai sesuai proposal semula.

Beberapa contoh kondisi : 
1. Dalam construction loan sering bank menetapkan persyaratan bahwa pencairan kredit dilakkan secara bertahap sesuai prestasi bangunan. Sebelum bangunan mencapai level sesuai rencana, Bank tidak akan melakukan pencairan ke berikutnya. DEngan demikian Bank dapat memastikan bahwa memang dana yang telah cair untuk menyelesaikan bangunan yang dibiyayai tersebut.

2. Untuk pembayaran export (pre-export dinancing) Iumumnya Bank mensyaratkan bahwa pencairan dana harus disertai dengan Letter of Credit atau biasa disebut dengan  LC ekspor dari debitur.

Demikianlah penjelasan dari Condition Precedent

Penetapan Kondisi Pinjaman


Dalam upaya mengendalikan risiko kredit, bank seringkali menetapkan sejumlah kondisi yang berkaitan dengan pinjaman itu sendiri. Penetapan kondisi terutama penting untuk Long Term Loan, yaitu pinjaman yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun. Hal itu dilakukan karena Bank menghadapi ketidak pastian yang cukup besar, yang berarti bank mengambil risiko yang lebih besar. Disamping itu, likuiditas Bank sangat dipengaruhi oleh lending factor, terutama pada long term loan.

Walaupun umumnya penetapan kondisi seperti yang digambarkan diatas lebih banyak digunakan untuk long term loan, bukan berarti tidak berlaku untuk jangka pendek. Sejauh untuk mengendalikan risiko kredit, pada pinjaman jangka pendek juga dapat ditetapkan sejumlah kondisi tertentu. Pelanggaran terhadap kondisi-kondisi yang telah disepakati, dapat mengakibatkan Bank membatalkan perjamnjian pemberian kredit. 

Adapun 3 kondisi tersebut yaitu : 
1. Condition Precedent
2. Covenants
3. Event of Default

Klik di link untuk penjelasan

Tuesday, January 13, 2015

Mengenal Sekuritas Suku Bunga


Pasar Suku Bunga
Pasar suku bunga adalah pasar dimana saudara dapat membeli dan menjual sekuritas hutang, misalnya bond, semudah Saudara membeli dan menjual saham. Pasa suku bunga beropersai dalam sistem perdagangan dan settlement yang sama seperti pasar saham. Jumalh minimum yang Saudara perdagangkan adalah $500*, tetapi jumlah transaksi yang umumnya direkomendasikan oleh broker adalah $5.000* keatas. Saat ini ada berbagai bond perusahaan, floating rate note, covertible note, dan sekuritas hybrid misalnya, saham convertible preference yang tersedia untuk perdagangan.

Alasan Mengapa Melakukan Investasi Dalam Sekuritas Suku Bunga
Ada beberapa alasan mengapa investor memutuskan melakukan investasi dalam sekuritas bunga, sebagai contoh :

1. Menerima aliran pendapatan yang stabil
2. Melindungi eksposur suku bunga dalam hutang Anda
3. Menyebar portfolio Anda dan menurunkan risiko portfolio Anda
dll.

3 Keuntungan Utama Pasar Bunga
1. Transparasi
Akses ke informasi tentang harga, pengembalian dan karakteristik yang lain dari sekuritas-sekuritas suku bunga yang berbeda membantu Anda dan penasihat investasi Anda membuat perbandingan dengan produk-produk suku bunga yang lain dan memilih sekuritas-sekuritas dengan pengmbalian yang paling cocok dengan tingkat risiko yang dipilih.

2. Kemudahan keluar masuk
Sekuritas suku bbunga diperdagangkan dalam sistem perdagangan saham disettle dalam sistem settlement saham, maka penasihat investasi Anda dapat secara mudah memasukkan order buy or sell untuk Anda dan membantu mengatur alokasi aset untuk seluruh portfolio Anda.

3. Likuiditas
Pasar suku bunga memberi akses ke jangkauan yang lebih luas dari para calon pembeli ketika Anda ingin menjual. Hal ini menciptakan harga dan secara potensial memperbaiki harga. 

Semoga Bermanfaat Untuk Semua :)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
*dari buku lani salim