Monday, January 9, 2017

Studi Keanekaragaman Tumbuhan Bawah Tegakan Damar (Agathis sp.) di Hutan Koleksi Tanaman Damar Kebun Raya Baturraden

Pada 18-19 November 2016 lalu, 4 mahasiswa dari jurusan Pendidikan Biologi 2013 kelas A yang terdiri dari Pungki Akmalitasari, Deliya Minianur, Eriza Deadara, dan Margi Utami melaksanakan studi ekskursi di Kebun Raya Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah.

Fokus penelitian mereka adalah keanekaragaman tumbuhan yang berada di bawah tegakan Damar pada Hutan Koleksi Kebun Raya Baturraden. Mereka membuat 2 plot berukuran 2 x 2 meter dengan metode acak kemudian mengidentifikasi keanekaragaman tumbuhan pada setiap plot beserta keadaan abiotiknya (suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya, dan pH). Waktu pengukuran adalah sekitar pukul 09.00 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan komponen abiotik pada kedua plot, yaitu suhu dan intensitas cahaya. Plot kedua memiliki suhu dan intensitas cahaya yang lebih tinggi dari plot pertama. Perbedaan suhu dan intensitas cahaya ini mempengaruhi keanekaragaman jenis tumbuhan yang ada di dalamnya. Pada plot pertama dengan suhu 210C dan intensitas cahaya rata-rata 260/20.000 Cd, terdapat 9 jenis dan famili tumbuhan. Sedangkan pada plot kedua dengan suhu 240C dan intensitas cahaya rata-rata 360/20.000 Cd, terdapat 8 jenis dan famili tumbuhan. Total jenis tumbuhan yang berhasil diidentifikasi adalah 14 tumbuhan, dan 3 jenis di antaranya ditemukan pada kedua plot, seperti Rumput Kakawatan, Talas-talasan, dan Paku-pakuan (Pteris sp.).

Studi keanekaragaman tumbuhan juga menghitung indeks keanekaragaman berdasarkan kerapatan tumbuhan pada setiap plot. Jenis tumbuhan dengan kerapatan tertinggi pada plot pertama berturut-turut adalah Rumput Kakawatan (40/m2), Pteris sp. (2,25/m2), dan Selaginella sp. (1,25/m2). Sedangkan pada plot kedua adalah Rumput Kakawatan (35/m2), Nyangku (1,5/m2), dan Pteris sp. (1,25/m2).

Apabila dilihat dari jumlah kerapatan, maka tumbuhan bawah tegakan Damar yang sedang dalam kondisi optimal untuk pertumbuhan adalah Rumput Kakawatan kemudian Paku-pakuan, karena jumlahnya yang mendominasi pada kedua plot. Suhu berpengaruh untuk pertumbuhan tanaman, terutama pada kinerja hormon tanaman. Hormon auksin, misalnya, akan rusak apabila berada di suhu tinggi. Setiap tanaman memiliki suhu optimal untuk pertumbuhannya masing-masing. Sedangkan intensitas cahaya terpengaruh oleh bentuk tajuk seperti payung yang dimiliki oleh pohon Damar.

Berdasarkan nilai kerapatan juga diperoleh nilai indeks keanekaragaman tumbuhan bawah tegakan Damar yang masih tergolong rendah, baik pada plot pertama maupun kedua. Hal ini dikarenakan angka indeks yang belum mencapai 1 menurut indeks Shannon-Wiener, yang berarti kelimpahan jenis dan kerapatan per individu tumbuhan pada tegakan bawah Damar tergolong sangat sedikit. Beberapa jenis tumbuhan yang ditemukan pada kedua plot banyak yang soliter atau hanya ditemukan satu tanaman saja, misalnya seperti Palem, Talas-talasan, famili Zingiberaceae, Payus, Bungrun, dan Anggrek Tanah

0 comments:

Post a Comment