Thursday, January 15, 2015

Penetapan Kondisi Pinjaman


Dalam upaya mengendalikan risiko kredit, bank seringkali menetapkan sejumlah kondisi yang berkaitan dengan pinjaman itu sendiri. Penetapan kondisi terutama penting untuk Long Term Loan, yaitu pinjaman yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun. Hal itu dilakukan karena Bank menghadapi ketidak pastian yang cukup besar, yang berarti bank mengambil risiko yang lebih besar. Disamping itu, likuiditas Bank sangat dipengaruhi oleh lending factor, terutama pada long term loan.

Walaupun umumnya penetapan kondisi seperti yang digambarkan diatas lebih banyak digunakan untuk long term loan, bukan berarti tidak berlaku untuk jangka pendek. Sejauh untuk mengendalikan risiko kredit, pada pinjaman jangka pendek juga dapat ditetapkan sejumlah kondisi tertentu. Pelanggaran terhadap kondisi-kondisi yang telah disepakati, dapat mengakibatkan Bank membatalkan perjamnjian pemberian kredit. 

Adapun 3 kondisi tersebut yaitu : 
1. Condition Precedent
2. Covenants
3. Event of Default

Klik di link untuk penjelasan

Tuesday, January 13, 2015

Mengenal Sekuritas Suku Bunga


Pasar Suku Bunga
Pasar suku bunga adalah pasar dimana saudara dapat membeli dan menjual sekuritas hutang, misalnya bond, semudah Saudara membeli dan menjual saham. Pasa suku bunga beropersai dalam sistem perdagangan dan settlement yang sama seperti pasar saham. Jumalh minimum yang Saudara perdagangkan adalah $500*, tetapi jumlah transaksi yang umumnya direkomendasikan oleh broker adalah $5.000* keatas. Saat ini ada berbagai bond perusahaan, floating rate note, covertible note, dan sekuritas hybrid misalnya, saham convertible preference yang tersedia untuk perdagangan.

Alasan Mengapa Melakukan Investasi Dalam Sekuritas Suku Bunga
Ada beberapa alasan mengapa investor memutuskan melakukan investasi dalam sekuritas bunga, sebagai contoh :

1. Menerima aliran pendapatan yang stabil
2. Melindungi eksposur suku bunga dalam hutang Anda
3. Menyebar portfolio Anda dan menurunkan risiko portfolio Anda
dll.

3 Keuntungan Utama Pasar Bunga
1. Transparasi
Akses ke informasi tentang harga, pengembalian dan karakteristik yang lain dari sekuritas-sekuritas suku bunga yang berbeda membantu Anda dan penasihat investasi Anda membuat perbandingan dengan produk-produk suku bunga yang lain dan memilih sekuritas-sekuritas dengan pengmbalian yang paling cocok dengan tingkat risiko yang dipilih.

2. Kemudahan keluar masuk
Sekuritas suku bbunga diperdagangkan dalam sistem perdagangan saham disettle dalam sistem settlement saham, maka penasihat investasi Anda dapat secara mudah memasukkan order buy or sell untuk Anda dan membantu mengatur alokasi aset untuk seluruh portfolio Anda.

3. Likuiditas
Pasar suku bunga memberi akses ke jangkauan yang lebih luas dari para calon pembeli ketika Anda ingin menjual. Hal ini menciptakan harga dan secara potensial memperbaiki harga. 

Semoga Bermanfaat Untuk Semua :)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
*dari buku lani salim
  

Monday, January 12, 2015

Membedakan Tingkat Bunga Dengan Tingkat Diskonto


Halo apa kabar temen-temen pembaca semua, ane mau bikin sedikit catatan yang mungkin bisa berguna juga buat pembaca. Langsung aja deh

Dalam pasar uang biasa dikenal dua istilah yang mirip tapi tidak sama, yaitu bunga dan tingkat diskonto. Perbedaan utama antara keduanya adalah tingkat diskonto digunakan untuk produk jangka pendek, seperti treasury bill, sertifikat deposito, promissory notes, dan commercial paper. Produk-produk tersebut biasanya jatuh tempo dalam 30 hari, 90 hari dan 270 hari. Produk tersebut juga kadangkala dijual pada harga diskon sehingga disebut efek dijual dengan diskon atau discount securities.
Sedangkan tingkat bunga umumnya digunakan untuk produk jangka menengah dan jangka panjang (bukan jangka sorong ya bro) termasuk produk pasar modal (saham dan obligasi). Namun jangan salah, tingkat bunga juga digunakan untuk jangka pendek lho. Dipasar uang dengan sama-sama jangka pendek, perbedaan antara bunga dengan diskonto adalah tingkat bunga penghitungan dan membayar bunga dibelakang. Sedangkan untuk diskonto bunga dibayar/dipotong dimuka yaitu pada saat terjadinya transaksi.

Misalnya, pada 1 Januari 2014 ente menaruh uang senilai Rp. 100 juta dalam deposito tiga bulan dengan tingkat bunga bersih 8% p.a dan bunga dihitung dengan basis 30/360. Saat jatuh tempo uang ente akan menjadi Rp. 102 juta karena mendapatkan bunga 2% (8% X 3/12 ). Artinya yield yang diperoleh sebesar 2% per trhee month atau 8% p.a.

Jika ente memilih diskonto sebesar 8% p.a untuk periode yang sama , maka yang dibayar diawal sebesan 98% atau senilai Rp. 98 juta. Pada saaat jatuh tempo 3 bulan, ente akan menerima 100% yaitu Rp. 100 juta. Yield yang diperoleh sebesar 2.04% yaitu ( 2%/98%) per 3 bulan atau sebesar 8.16% p.a.

Dengan kesimpulan yang satu membayar sebesar 100% untuk mendapatkan 102%, dan satunya membayar 98% untuk mendapat 100% dengan periode waktu yang sama dengan bunga yang diterima juga sama yaitu 2%, tetapi berbeda pada yield yaitu 8% p.a dan 8.16% p.a.

Begitulah penjelasannya, semoga bermanfaat

Matematika Keuangan (Bag. 1)


Soal Pertama untuk melek matematika financial

Manakah yang Pembaca pilih antara menerima uang Rp. 200 juta rupiah sekarang dan sekali saja dengan  menerima uang senilai Rp. 1.5 juta seumur hidup?

Silahkan...


Thursday, January 8, 2015

Arsitektur Perbankan Indonesia



Arsitektur Perbankan Indonesia (API) menetapkan 6 pilar sebagai program untuk menciptakan industri yang sehat, diantaranya adalah :

  • Struktur Perbankan Yang Sehat  
Yang dimaksud diatas yaitu menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan. Sasaran dari Struktur perbankan yang sehat adalah penguatan permodalan dan peningkatan daya saing.
Program ini bertujuan untuk memperkuat permodalan bank umum (konvensional dan syariah) dalam rangka meningkatkan kemampuan bank mengelola usaha maupun risiko, mengembangkan teknologi informasi, maupun meningkatkan skala usahanya guna mendukung peningkatan kapasitas pertumbuhan kredit perbankan. Implementasi program penguatan permodalan bank dilaksanakan secara bertahap.  Upaya peningkatan modal bank-bank tersebut dapat dilakukan dengan membuat business plan yang memuat target waktu, cara dan tahap pencapaian.
 
Cara pencapaiannya melalui:
1. Penambahan modal baru baik dari shareholder lama maupun investor baru,
2. Merger dengan bank (atau beberapa bank) lain untuk mencapai persyaratan modal minimum baru,
3. Penerbitan saham baru atau secondary offering di pasar modal,
4. Penerbitan subordinated loan.
 
 Berikut adalah tahapan program penguatan struktur perbnkan nasional :
1. Memperkuat permodalan Bank
2. Memperkuat daya saing BPR dan BPRS
3. Meningkatkan akses kredit danpembiayaan UMKM

  • Sistem Pengaturan Yang Efektif
Maksud dari sistem pengaturan yang efektif adalah menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional. Sasaran dari pilar kedua ini adalah peningkatan Compliance terhadap 25 Basel Core Principles For Effectiveness Bank Supervision dan Peningkatan Koordinasi antara lembaga pengawas, penerapan Risk Based Supervision.
Berikut adalah tahapan program peningkatan kualitas pengaturan perbankan, : 
1. Memformalkan proses sindikasi dalam membuat kebijakan perbankan.
    A. Melibatkan pihak ke-3 dalam pembuatan kebijakan perbankan,
    B. Membentuk panel ahli perbankan,
    C. Memfasilitasi pembentukan lembaga riset perbankan di daerah maupun pusat. 
2. Implementasi secara bertahap international best practices
    A. 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision,
    B. Basel II,
    C. Islamic Financial Service Board (IFSB) bagi bank syariah.
 
  • Sistem Pengawasan Yang Independen Dan Efektif
Maksud dari sistem pengawasan yang independen dan efektif adalah menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko. Sasaran dari pilar ketiga adalah penerapan GCG, peningkatan kualitas manajemen risiko dan peningkatan kemampuan operasional.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan independensi dan efektivitas pengawasan perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Hal ini dicapai dengan peningkatkan kompetensi pemeriksa bank, peningkatan koordinasi antar lembaga pengawas, pengembangan pengawasan berbasis risiko, peningkatkan efektivitas enforcement, dan konsolidasi organisasi sektor perbankan di Bank Indonesia. Dalam jangka waktu dua tahun ke depan diharapkan fungsi pengawasan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia akan lebih efektif dan sejajar dengan pengawasan yang dilakukan oleh otoritas pengawas di negara lain.
Berikut tahapannya :
1. Meningkatkan koordinasi dengan lembaga pengawas lain,
2. Melakukan reorganisasi sector perbankan di Bank Indonesia,
3. Menyempurnakan Infrastruktur Pendukung Pengawasan Bank,
4. Menyempurnakan implementasi sistem pengawasan berbasis risiko,
5. Meningkatkan efektivitas enforcement.

  • Industri Perbankan Yang Kuat Dengan Cara Menciptakan GCG
Maksudnya adalah menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan good corporate governance (GCG), kualitas manajemen resiko dan kemampuan operasional manajemen. Semakin tingginya standar GCG dengan didukung oleh kemampuan operasional (termasuk manajemen risiko) yang handal diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional perbankan. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan kondisi internal perbankan nasional menjadi semakin kuat.

Tahapan Peningkatan Kualitas Manajemen dan Operasional Perbankan :
1. Meningkatkan Good Corporate Governance
    A. Menetapkan minimum standar GCG untuk bank umum konvensional dan syariah,
   B. Mewajibkan bank untuk melakukan self-assessment pelaksanaan GCG,
   C. Mendorong bank-bank untuk go public.
2. Meningkatkan kualitas manajemen risiko perbankan
   A. Mempersyaratkan sertifikasi manajer risiko bank umum konvensional dan syariah,
   B. Meningkatkan kualitas dan standar SDM BPR dan BPRS antara lain melalui program sertifikasi profesional bagi pengurus BPR dan BPRS.
3. Meningkatkan kemampuan operasional bank
   A. Mendorong bank-bank untuk melakukan sharing penggunaan fasilitas operasional guna menekan biaya,
   B. Memfasilitasi kebutuhan pendidikan dalam rangka peningkatan operasional bank.

  • Mewujudkan Infrastruktur Yang Lengkap Untuk Mendukung Terciptanya Industri Perbankan Yang Sehat
Program ini bertujuan untuk mengembangkan sarana pendukung operasional perbankan yang efektif seperti credit bureau, lembaga pemeringkat kredit domestik, dan pengembangan skim penjaminan kredit. Pengembangan credit bureau akan membantu perbankan dalam meningkatkan kualitas keputusan kreditnya. Penggunaan lembaga pemeringkat kredit dalam publicly-traded debt yang dimiliki bank akan meningkatkan transparansi dan efektivitas manajemen keuangan perbankan. Sedangkan pengembangan skim penjaminan kredit akan meningkatkan akses kredit bagi masyarakat. Dalam waktu tiga tahun ke depan diharapkan telah tersedia infrastruktur pendukung perbankan yang mencukupi.
Sasarannya adalah Pembentukan Credit Bereau, optimalisasi credit rating agency. Tahapan Program Pengembangan Infrastruktur Perbankan :
1. Mengembangkan Credit Bureau
   A. Melakukan inisiatif pembentukan credit bureau,
   B. Mengembangkan Sistem Informasi Debitur untuk Lembaga Keuangan Non Bank.
2. Mendorong pengembangan pasar keuangan syariah (Islamic Financial Market)
   A. Menyusun dan menyempurnakan peraturan pasar keuangan syariah,
   B. Menyusun peraturan yang berkaitan dengan instrument pasar keuangan syariah.
3. Peningkatan peran lembaga fatwa syariah dan lembaga arbitrase syariah sebagai bagian dari upaya peningkatan kepatuhan bank syariah terhadap prinsip-prinsip syariah.

  • Mewujudkan Pemberdayaan Dan Perlindungan Konsumen Jasa Perbankan
Program ini bertujuan untuk memberdayakan nasabah melalui penetapan standar penyusunan mekanisme pengaduan nasabah, pendirian lembaga mediasi independen, peningkatan transparansi informasi produk perbankan dan edukasi bagi nasabah. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan program-program tersebut dapat meningkatkan kepercayaan nasabah pada sistem perbankan. Sasaran dari pilar terakhir yaitu penyelesaian pengaduan nasabah, pembentukan lembaga mediasi perbankan dan transparansi.
Tahapan Program Peningkatan Perlindungan Nasabah :
1. Menyusun standar mekanisme pengaduan nasabah,
2. Membentuk lembaga mediasi independen,
3. Menyusun transparansi informasi produk,
4. Mempromosikan edukasi untuk nasabah.
 
Demikianlah tentang API yang perlu diperhatikan, dan terimakasih telah mampir. Semoga bermanfaat.

Bermain Opsi Saat Pasar Bullish


Desember dianggap sebagai bulan dimana para para pemain dan issuer saham melakukan window dressing karena ingin memperlihatkan kinerja yang bagus. Harga saham di akhir Desember selalu dipublikasikan pada laporan keuangan perusahaan dan selalu diinginkan adanya kenaikan harga saham tersebut bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila terjadi penurunan maka harus ada alasan yang signifikan untuk terjadinnya penurunan tersebut. Bermain Option pada kondisi ini sangat diperlukan agar keuntungan yang diperoleh.

Asumsi yang digunakan kali ini, yaitu harga saham mengalami kenaikan enam bulan kedepan. Alasannya karena adanya January Effect dimana harga saham akan mengalami kenaikan karena Fund Manager mengubah strateginya dengan menukar saham diakibatkan adanya perubahan estimasi pendapatan. 

Tindakan pertama yang dilakukan investor yaitu membeli opsi call. Investor bisa membeli opsi call tipe  Amerika dan Eropa, tetapi disarankan dengan tipe Amerika saja. Walaupun pasar diasumsikan naik terus tetapi tetap ada kemungkinan  pasar akan mengalami pennurunan dan jika hal tersebut terjadi pada akhir periode, maka akan terjadi perbedaan pada profit tipe Amerika dan tipe Eropa.

Mengenal Investment Grade



Senior Research and Investment Analyst PT Infovesta Utama Rudiyanto menjelaskan, Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya. "Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating investment grade." 

Dan siapakah di Indonesia yang berwenang memberi grade? Di Indonesia, perusahaan yang mendapat izin sebagai lembaga rating adalah PT Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia),  Fitch Rating Indonesia yang merupakan lembaga rating internasional yang membuka jaringannya di Indonesia dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency). 

Ada dua faktor penting dalam pemeringkatan, yakni rating dan outlook. Rating merupakan level kemampuan membayar utang, sedangkan outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah rating akan naik, turun, atau tetap pada periode penilaian berikutnya.

Berikut rating dari yang tertinggi hingga yang rendah :
Invesment Grade
AAA atau Aaa
AA+, AA, dan AA- atau Aa1, Aa2, dan Aa3
A+, A, dan A- atau A1, A2, dan A3
BBB+, BBB, dan BBB- atau Baa1, Baa2, dan Baa3
Non Investment Grade (Junk Bond):

BB+, BB, dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3
B+, B, dan B- atau B1, B2, dan B3
CCC+, CCC, dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3
CC+, CC, dan CC- atau Ca11, Ca2, dan Ca3
C+, C, dan C- atau C1, C2, dan C3
Default
Di Amerika, rating ditentukan oleh dua institusi dan ada sedikit perbedaan diantara keduanya. Berikut tabel rate di Amerika :













Table arti Grade :





















Sumber tabel : PEFINDO

Pada prinsipnya, semakin tinggi rating, maka semakin rendah resiko gagal bayar perusahaan pada investor.